body { font-family: "Poppins", poppins-fallback, poppins-fallback-android, sans-serif; } /* Poppins font metrics: - ascent = 1050 - descent = 350 - line-gap = 100 - UPM: 1000 AvgCharWidth: - Poppins: 538.0103768 - Arial: 884.1438804 - Roboto: 969.0502537 */ @font-face { font-family: poppins-fallback; src: local("Arial"); size-adjust: 60.85099821%; ascent-override: 164.3358416%; descent-override: 57.51754455%; line-gap-override: 16.43358416%; } @font-face { font-family: poppins-fallback-android; src: local("Roboto"); size-adjust: 55.5193474%: ascent-override: 180.1173909%; descent-override: 63.04108683%; line-gap-override: 18.01173909%; }

Modul Ajar 2 Agama Katolik Kelas IX Fase D

IDENTITAS MODUL

Nama                            : ......
Alokasi waktu : 3 JP (2 X Pertemuan)
Satuan Pendidikan : ..........
Tahun Penyusunan : 2024
Kelas/Semester            : IX/ Ganjil
Fase : D
Mata Pelajaran             : Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Elemen Mapel              : Peserta Didik
Topik                            : Cita-cita Membangun Masa Depan

KOMPETENSI AWAL

Menghargai dan menjelaskan cita-cita dalam membangun masa depan

Guru dan murid di dalam kelas (gambar: pexels.com)

SARANA PRASARANA

1. Handphone
2. Laptop
3. Alkitab
4. Akses Internet
5. Proyektor

MODEL PEMBELAJARAN

Pendekatan Kateketis

PROFIL PELAJAR PANCASILA

1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, beraklhak mulia
2. Gotong royong
3. Mandiri
4. Bernalar kritis
5. Kreatif

PROFIL PESERTA DIDIK

Siswa Reguler, Kelas tanpa ada peserta didik yang memiliki keterbatasan

KOMPONEN INTI

I.  TUJUAN PEMBELAJARAN

Memahami pentingnya cita-cita untuk membangun masa depan sehingga bertanggung jawab dan bekerja keras dalam mewujudkannya.

II. KKTP (EVIDEN)

HASIL DESKRIPSI

0 – 40%    : belum mencapai, remedial di seluruh bagian

41 – 65%  : belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan

66 – 85%  : sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial

86 – 100% : sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih

KKTP : 66 – 85%

Bila peserta didik dapat mengerjakan 4 dari 6 soal, maka ia mendapatkan hasil 67%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta didik tersebut sudah mencapai ketuntasan dan tidak perlu remedial.

Setelah Kegiatan Pembelajaran dalam Modul ini, diharapkan peserta didik memiliki kemampuan:

1. Bersyukur atas kesempatan memperoleh pendidikan yang telah diterima sebagai anugerah Tuhan.

2. Percaya diri dalam berjuang meraih cita-cita

3. Menjelaskan pentingnya cita-cita bagai setiap orang

4. Menyimpulkan ajaran dari Gereja tentang pentingnya cita-cita

5. Memberi contoh usaha yang dapat dilakukan untuk menggapai cita-cita

6. Memberi contoh usaha yang dapat dilakukan untuk mendukung kehidupan para imam

III. PEMAHAMAN BERMAKNA

Memahami pentingnya cita-cita dalam membangun masa depan sehingga mereka dapat memperjuangkan masa depan secara bertanggung jawab.

IV. PERTANYAAN PEMANTIK

1. Mengapa cita-cita sangat penting bagi hidup seseorang?

2. Apakah kalian sudah memiliki cita-cita untuk masa depan?

3. Apa usaha yang sudah kalian lakukan untuk mewujudkan cita-cita tersebut?

V. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Langkah-langkah ataupun urutan pertemuan pembelajaran berikut ini tidak kaku. Setelahguru melakukan asesmen awal kepada peserta didik, guru dapat menyesuaikan kegiatanpembelajaran dimulai dari kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

1. Guru menyampaikan salam dan mengajak peserta didik berdoa untuk mengawali kegiatan pembelajaran

2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran

3. Guru menjelaskan proses kegiatan pembelajaran dan penilaian yang akan dilaksanakan

4. a) Peserta didik mendalami  dasar dalam membangun sebuah keluarga dalam kehidupan sehari-hari dengan membaca kisah yang berjudul “Berjuang Mewujudkan Mimpi”dari buku Berkembang dalam Yesus IX halaman 40-41. b) Setelah membaca certa tersebut, peserta didik diminta untuk mengamati gambar dari buku Berkembang dalam Yesus IX halaman 41.

5. Peserta didik berdiskusi dengan teman sebangku atau teman yang terdekat di sebalahnya untuk menemukan nilai-nilai yang dapat dipetik dalam usaha memperjuangkan cita-citamu dan bagaimana cara mewujudkan cita-cita seperti yang tercantum dalam gambar tersebut!

6. Peserta didik mensharingkan hasil pendalamannya di depan kelas

7. Peserta didik mendalami ajaran Gereja Katolik dalam meraih cita-cita dengan melakukan kegiatan:

a) Membaca kitab suci Roma 9:21, 1 Korintus 9:26 dan Filipi 3:14 dari buku Berkembang dalam Yesus IX halaman 42. b) Dalam kelompok mendiskusikan beberapa pertanyaan dalam meraih cita-cita  berdasarkan kutipan Kitab Suci dari Roma 9:21, 1 Korintus 9:26 dan Filipi 3:14 tersebut, dengan pertanyaan:

  • Buatlah kesimpulan ajaran St. Paulus berkaitan dengan cita-cita berdasarkan ketiga kutipan tersebut!
  • Mengapa setiap orang harus memiliki cita-cita hidup?
  • Bagaimana sebaiknya sikap kita dalam mewujudkan cita-cita?

8. Peserta didik merumuskan hasil diskusi  dalam format yang disepakati oleh kelompok, misalnya ditulis di kertas, dibuat dalam Powerpoint, direkam dalam bentuk video dan sebagainya.

9. Setelah selesai berdiskusi, setiap kelompok diberi kesempatan untuk mensharingkan hasil diskusinya di depan kelas

10. Peserta didik bersama Guru membuat kesimpulan

11. Peserta didik menyimak peneguhan dari guru atau melihat penjelasan materi melalui tautan  berikut https://bit.ly/pakat_9_4:

 Materi yang dapat disampaikan sebagai kesimpulan misalnya:

a). Cita-cita adalah keinginan atau kehendak yang selalu ada dalam pikiran dan menjadikan seseorang berusaha untuk mewujudkannya.
b). Cita-cita sangat penting dalam upaya membangun masa depan yang lebih baik, karena dengan memiliki cita-cita seseorang tidak akan mudah kehilangan arah dan tidak mudah larut dalam godaan karena memiliki arah yang jelas terhadap tujuan hidupnya.
c). Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus mengajak kita untukmenyadari bahwa kita berhak dan bebas untuk menentukan cita-cita kita masing-masing.
d). Selain itu, dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus juga menyam-paikan bahwa tujuan akhir dari segala sesuatu yang kita lakukan, termasuk juga dalam memperjuangkan cita-cita, adalah keselamatan dan untuk mendapat keselamatan, orang harus mengabdi Tuhan dan sesama.
e). Agar hidup makin terarah, setiap orang perlu memiliki cita-cita hidup(bdk. 1 Korintus 9: 26). Cita-cita harus dilandasi dengan minat sehingga ada daya juang untuk mewujudkan cita-cita hidupnya.
f). Ada banyak hal yang mendukung terwujudnya cita-cita, antara lain:
  • bakatyangmenunjang,
  • dukungan finansial,
  • rencana yang matang,
  • ketekunan,
  • kedisiplinan,
  • kerja keras,
  • relasi dengan sesama, dan
  • ketabahan dalam menghadapi hambatan, dan lain sebagainya.
g). Kegagalan harus disikapi dengan arif dan bijaksana. Demikian pulakeberhasilan dalam mewujudkan cita-cita harus makin membuat kita rendah hati dan senantiasa bersyukur atass egala kebaikan dan kemurahan Tuhan.

12. Guru meminta peserta didik duduk dengan tenang untuk merefleksikan dan merenungkan  pembelajaran hari ini dengan bantuan panduan berikut:

a). Agar hidup kita terarah,kita harus memiliki tujuan dan cita-cita.Dalam menentukan cita-cita, kita perlu memperhatikan beberapa hal penting. Kalian telah menyadari bersama bahwa dalam menentukan cita-cita, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Sekarang, mari refleksikan cita-citamu dengan terlebih dahulu merenungkan kembali beberapa hal ini:

  • Apa saja bakat dan kemampuanku yang menonjol untuk dijadikan sebagai modal meraih cita-cita?
  • Bagaimanakah kondisi ekonomi orangtuaku?
  • Sifat baik apa yang kamu miliki yang mendukung cita-citaku?
b). Tuliskan hasil refleksimu dalam kolom berikut ini!
NoHal yang menjadi pertimbanganKeadaanku
   
1.   
   
Bakat dan kemampuan   
   
   
   
2.   
   
Kondisi ekonomi orangtua    
   
   
   
3.   
   
Sifat baik yang menunjang    
   
   

c) Berdasarkan pertimbangan yang telah dituangkan dalam tabel tersebut, coba tuliskan cita-citamu dan berbagai usaha persiapan yang akandilakukan selama sekolah!

d) Cita-cita yang telah ditetapkan kemudian ditulis dengan indah di selembar kertas, dengan berbagai niat untuk berusaha mencapainya dan diberi hiasan. Lembar berisi cita-cita dan usaha yang akan dilakukan tersebut, dimintakan tanda tangan guru dan orangtua lalu nantinya ditempelkan di kamar masing-masing.

13. Guru bersama peserta didik mengakhiri kegiatan belajar dengan berdoa.

ASESMEN PEMBELAJARAN

1. PERENCANAAN ASESMEN AWAL

Asesmen awal dilakukan melalui kuesioner untuk mengecek pengetahuan awal peserta didik tentang pentingnya cita-cita dalam membangun masa depan  dengan bantuan pertanyaan kuesioner:

  • Apakah yang dimaksud dengan cita-cita?
  • Mengapa setiap orang perlu memiliki cita-cita?
  • Apa yang harus kalian lakukan agar dapat mewujudkan cita-cita?

Pilihan Jawaban ada 3:

  • Sudah Paham (SP)
  • Paham Sedikit (PS)
  • Belum Paham (BP)

Pemetaan hasil Asesmen Awal: 



No
   
Nama   
   
Pilihan   Jawaban
   
atas   pertanyaan   
   
a   
   
b   
   
c   
   
1   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
2   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
3   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
4   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
5   
   
   
   
   
   
   
   
   

2.. PERENCANAAN ASESMEN AKHIR

Asesmen akhir dilakukan melalui test tertulis untuk memastikan ketercapaian pemahaman peserta didik berkenaan dengan cita-cita dalam membangun masa depan.

Bentuk Soal Uraian, sebagai berikut:

1. Jelaskan arti penting cita-cita bagi setiap orang?

2. Hal apa saja yang harus diperhatikan dalam mewujudkan cita-cita?

3. Bacalah kutipan kiab suci dari  Roma 9: 21 berikut ini!

“Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?”

Apa pesan yang hendak disampaikan dalam kutipan tersebut berkaitan dengan cita-cita seseorang?

4. Bacalah kutipan teks kitab suci berikut ini!

“Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan memukul”. (1 Korintus 9: 26)

“Tetapi ini yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan menyerahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus”. (Filipi 3: 14)

Buatlah kesimpulan ajaran St. Paulus berkaitan dengan cita-cita berdasarkan kutipan kitab suci tersebut!

5. Tuliskan cita-citamu dan bagaimanakah caramu mewujudkannya!

DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Alkitab  Indonesia. 1992.  Alkitab Perjanjian  Lama-Perjanjian Baru.

Lalu, Yosef, Pr. 2010. Percikan Kisah-kisah Anak Manusia. Yogyakarta: Kanisius. 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sulisdwiyanta, Yohanes dkk. 2019. Belajar Mengikuti Yesus Kelas IX. Kanisius. Yogyakarta

Sulisdwiyanta, Yohanes dkk. 2021 “Pelangi” buku Penunjang Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti  tingkat SMP (Edisi Revis), Kanisius. Yogyakarta

https://bit.ly/pakat_9_4


Mengetahui ..., ........ 2025
Kepala Sekolah Guru Bidang Studi


(......................) (.................................)
NIP. NIP.

Catatan Akhir

Modul ajar yang disajikan di atas telah disesuaikan dengan buku pegangan guru Pendidikan Agama Katolik bedasarkan Kurikulum Merdeka. Modul ajar ini juga sudah dibuatkan dalam bentuk file pdf. Jika bapak dan ibu guru menginginkannya SILAKAN KLIK DI SINI

Besar harapan agar modul ajar yang dibagikan di atas memberi inspirasi baru bagi bapak dan ibu guru dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas. 

Posting Komentar untuk "Modul Ajar 2 Agama Katolik Kelas IX Fase D"