Modul Ajar 2 Agama Katolik Kelas IX Fase D
IDENTITAS MODUL
Alokasi waktu : 3 JP (2 X Pertemuan)
Satuan Pendidikan : ..........
Kelas/Semester : IX/ Ganjil
Fase : D
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Topik : Cita-cita Membangun Masa Depan
KOMPETENSI AWAL
Menghargai dan menjelaskan cita-cita dalam membangun masa depan
![]() |
Guru dan murid di dalam kelas (gambar: pexels.com) |
SARANA PRASARANA
2. Laptop
3. Alkitab
4. Akses Internet
5. Proyektor
MODEL PEMBELAJARAN
Pendekatan Kateketis
PROFIL PELAJAR PANCASILA
2. Gotong royong
3. Mandiri
4. Bernalar kritis
5. Kreatif
PROFIL PESERTA DIDIK
Siswa Reguler, Kelas tanpa ada peserta didik yang memiliki keterbatasan
KOMPONEN INTI
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
Memahami pentingnya cita-cita untuk membangun masa depan sehingga bertanggung jawab dan bekerja keras dalam mewujudkannya.
II. KKTP (EVIDEN)
HASIL DESKRIPSI
0 – 40% : belum mencapai, remedial di seluruh bagian
41 – 65% : belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan
66 – 85% : sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial
86 – 100% : sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih
KKTP : 66 – 85%
Bila peserta didik dapat mengerjakan 4 dari 6 soal, maka ia mendapatkan hasil 67%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta didik tersebut sudah mencapai ketuntasan dan tidak perlu remedial.
Setelah Kegiatan Pembelajaran dalam Modul ini, diharapkan peserta didik memiliki kemampuan:
1. Bersyukur atas kesempatan memperoleh pendidikan yang telah diterima sebagai anugerah Tuhan.
2. Percaya diri dalam berjuang meraih cita-cita
3. Menjelaskan pentingnya cita-cita bagai setiap orang
4. Menyimpulkan ajaran dari Gereja tentang pentingnya cita-cita
5. Memberi contoh usaha yang dapat dilakukan untuk menggapai cita-cita
6. Memberi contoh usaha yang dapat dilakukan untuk mendukung kehidupan para imam
III. PEMAHAMAN BERMAKNA
Memahami pentingnya cita-cita dalam membangun masa depan sehingga mereka dapat memperjuangkan masa depan secara bertanggung jawab.
IV. PERTANYAAN PEMANTIK
1. Mengapa cita-cita sangat penting bagi hidup seseorang?
2. Apakah kalian sudah memiliki cita-cita untuk masa depan?
3. Apa usaha yang sudah kalian lakukan untuk mewujudkan cita-cita tersebut?
V. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Langkah-langkah ataupun urutan pertemuan pembelajaran berikut ini tidak kaku. Setelahguru melakukan asesmen awal kepada peserta didik, guru dapat menyesuaikan kegiatanpembelajaran dimulai dari kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
1. Guru menyampaikan salam dan mengajak peserta didik berdoa untuk mengawali kegiatan pembelajaran
2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran
3. Guru menjelaskan proses kegiatan pembelajaran dan penilaian yang akan dilaksanakan
4. a) Peserta didik mendalami dasar dalam membangun sebuah keluarga dalam kehidupan sehari-hari dengan membaca kisah yang berjudul “Berjuang Mewujudkan Mimpi”dari buku Berkembang dalam Yesus IX halaman 40-41. b) Setelah membaca certa tersebut, peserta didik diminta untuk mengamati gambar dari buku Berkembang dalam Yesus IX halaman 41.
5. Peserta didik berdiskusi dengan teman sebangku atau teman yang terdekat di sebalahnya untuk menemukan nilai-nilai yang dapat dipetik dalam usaha memperjuangkan cita-citamu dan bagaimana cara mewujudkan cita-cita seperti yang tercantum dalam gambar tersebut!
6. Peserta didik mensharingkan hasil pendalamannya di depan kelas
7. Peserta didik mendalami ajaran Gereja Katolik dalam meraih cita-cita dengan melakukan kegiatan:
a) Membaca kitab suci Roma 9:21, 1 Korintus 9:26 dan Filipi 3:14 dari buku Berkembang dalam Yesus IX halaman 42. b) Dalam kelompok mendiskusikan beberapa pertanyaan dalam meraih cita-cita berdasarkan kutipan Kitab Suci dari Roma 9:21, 1 Korintus 9:26 dan Filipi 3:14 tersebut, dengan pertanyaan:
- Buatlah kesimpulan ajaran St. Paulus berkaitan dengan cita-cita berdasarkan ketiga kutipan tersebut!
- Mengapa setiap orang harus memiliki cita-cita hidup?
- Bagaimana sebaiknya sikap kita dalam mewujudkan cita-cita?
8. Peserta didik merumuskan hasil diskusi dalam format yang disepakati oleh kelompok, misalnya ditulis di kertas, dibuat dalam Powerpoint, direkam dalam bentuk video dan sebagainya.
9. Setelah selesai berdiskusi, setiap kelompok diberi kesempatan untuk mensharingkan hasil diskusinya di depan kelas
10. Peserta didik bersama Guru membuat kesimpulan
11. Peserta didik menyimak peneguhan dari guru atau melihat penjelasan materi melalui tautan berikut https://bit.ly/pakat_9_4:
Materi yang dapat disampaikan sebagai kesimpulan misalnya:
b). Cita-cita sangat penting dalam upaya membangun masa depan yang lebih baik, karena dengan memiliki cita-cita seseorang tidak akan mudah kehilangan arah dan tidak mudah larut dalam godaan karena memiliki arah yang jelas terhadap tujuan hidupnya.
c). Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Paulus mengajak kita untukmenyadari bahwa kita berhak dan bebas untuk menentukan cita-cita kita masing-masing.
d). Selain itu, dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Paulus juga menyam-paikan bahwa tujuan akhir dari segala sesuatu yang kita lakukan, termasuk juga dalam memperjuangkan cita-cita, adalah keselamatan dan untuk mendapat keselamatan, orang harus mengabdi Tuhan dan sesama.
e). Agar hidup makin terarah, setiap orang perlu memiliki cita-cita hidup(bdk. 1 Korintus 9: 26). Cita-cita harus dilandasi dengan minat sehingga ada daya juang untuk mewujudkan cita-cita hidupnya.
f). Ada banyak hal yang mendukung terwujudnya cita-cita, antara lain:
- bakatyangmenunjang,
- dukungan finansial,
- rencana yang matang,
- ketekunan,
- kedisiplinan,
- kerja keras,
- relasi dengan sesama, dan
- ketabahan dalam menghadapi hambatan, dan lain sebagainya.
12. Guru meminta peserta didik duduk dengan tenang untuk merefleksikan dan merenungkan pembelajaran hari ini dengan bantuan panduan berikut:
a). Agar hidup kita terarah,kita harus memiliki tujuan dan cita-cita.Dalam menentukan cita-cita, kita perlu memperhatikan beberapa hal penting. Kalian telah menyadari bersama bahwa dalam menentukan cita-cita, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Sekarang, mari refleksikan cita-citamu dengan terlebih dahulu merenungkan kembali beberapa hal ini:
- Apa saja bakat dan kemampuanku yang menonjol untuk dijadikan sebagai modal meraih cita-cita?
- Bagaimanakah kondisi ekonomi orangtuaku?
- Sifat baik apa yang kamu miliki yang mendukung cita-citaku?
c) Berdasarkan pertimbangan yang telah dituangkan dalam tabel tersebut, coba tuliskan cita-citamu dan berbagai usaha persiapan yang akandilakukan selama sekolah!
d) Cita-cita yang telah ditetapkan kemudian ditulis dengan indah di selembar kertas, dengan berbagai niat untuk berusaha mencapainya dan diberi hiasan. Lembar berisi cita-cita dan usaha yang akan dilakukan tersebut, dimintakan tanda tangan guru dan orangtua lalu nantinya ditempelkan di kamar masing-masing.
13. Guru bersama peserta didik mengakhiri kegiatan belajar dengan berdoa.
ASESMEN PEMBELAJARAN
1. PERENCANAAN ASESMEN AWAL
Asesmen awal dilakukan melalui kuesioner untuk mengecek pengetahuan awal peserta didik tentang pentingnya cita-cita dalam membangun masa depan dengan bantuan pertanyaan kuesioner:
- Apakah yang dimaksud dengan cita-cita?
- Mengapa setiap orang perlu memiliki cita-cita?
- Apa yang harus kalian lakukan agar dapat mewujudkan cita-cita?
Pilihan Jawaban ada 3:
- Sudah Paham (SP)
- Paham Sedikit (PS)
- Belum Paham (BP)
Pemetaan hasil Asesmen Awal:
2.. PERENCANAAN ASESMEN AKHIR
Asesmen akhir dilakukan melalui test tertulis untuk memastikan ketercapaian pemahaman peserta didik berkenaan dengan cita-cita dalam membangun masa depan.
Bentuk Soal Uraian, sebagai berikut:
1. Jelaskan arti penting cita-cita bagi setiap orang?
2. Hal apa saja yang harus diperhatikan dalam mewujudkan cita-cita?
3. Bacalah kutipan kiab suci dari Roma 9: 21 berikut ini!
“Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?”
Apa pesan yang hendak disampaikan dalam kutipan tersebut berkaitan dengan cita-cita seseorang?
4. Bacalah kutipan teks kitab suci berikut ini!
“Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan memukul”. (1 Korintus 9: 26)
“Tetapi ini yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan menyerahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus”. (Filipi 3: 14)
Buatlah kesimpulan ajaran St. Paulus berkaitan dengan cita-cita berdasarkan kutipan kitab suci tersebut!
5. Tuliskan cita-citamu dan bagaimanakah caramu mewujudkannya!
DAFTAR PUSTAKA
Lembaga Alkitab Indonesia. 1992. Alkitab Perjanjian Lama-Perjanjian Baru.
Lalu, Yosef, Pr. 2010. Percikan Kisah-kisah Anak Manusia. Yogyakarta: Kanisius.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2014. Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sulisdwiyanta, Yohanes dkk. 2019. Belajar Mengikuti Yesus Kelas IX. Kanisius. Yogyakarta
Sulisdwiyanta, Yohanes dkk. 2021 “Pelangi” buku Penunjang Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti tingkat SMP (Edisi Revis), Kanisius. Yogyakarta
https://bit.ly/pakat_9_4
NIP. NIP.
Catatan Akhir
Modul ajar yang disajikan di atas telah disesuaikan dengan buku pegangan guru Pendidikan Agama Katolik bedasarkan Kurikulum Merdeka. Modul ajar ini juga sudah dibuatkan dalam bentuk file pdf. Jika bapak dan ibu guru menginginkannya SILAKAN KLIK DI SINI
Besar harapan agar modul ajar yang dibagikan di atas memberi inspirasi baru bagi bapak dan ibu guru dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas.
Posting Komentar untuk "Modul Ajar 2 Agama Katolik Kelas IX Fase D"